Menu
UserWeb(Not Email)
Login
Password
 

untuk cek email di:WebMaiL
Last Comments
Autor:dee
Title:
Meninggal Ketika Sujud Di Masjid Nabawi
---------------------------
Autor:Hagai
Title:
TAHUKAH ANDA
---------------------------
Autor:A3Caff
Title:
Sebelum Kamu Menceraikanku, Gendonglah Aku
---------------------------
Autor:Rifqi Ridha
Title:
DEMO ANTI SYI'AH DI BANGIL
---------------------------
Autor:Nia
Title:
BATU GANTUNG Kebesaran Allah SWT
---------------------------
Autor:anak kodok
Title:
arti Dewasa bagi kaum ABG indonesia saat ini... :-(
---------------------------
Autor:Ahlan
Title:
Pemindahan Kubah Masjid: kubah terbang Desa Kailolo
---------------------------
Autor:Giju1
Title:
BATU GANTUNG Kebesaran Allah SWT
---------------------------
Autor:prawidiono
Title:
BATU GANTUNG Kebesaran Allah SWT
---------------------------
Autor:ahaln
Title:
Telah terbit web ELKAFF.COM 2007
---------------------------
Poll

Fal
Ajib
Khoyir
Mantap


Calendar
«    July 2007    »
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
 

News Article
  • Pemindahan Kubah Masjid: kubah ...
  • Stop penyebaran virus - Ninja ...

  • News Archive
    October 2008 (3)
    September 2008 (1)
    August 2008 (3)
    July 2008 (5)
    May 2008 (3)
    March 2008 (1)
    January 2008 (1)
    December 2007 (4)
    November 2007 (12)
    October 2007 (2)
    September 2007 (7)
    August 2007 (10)
    July 2007 (20)
    June 2007 (19)
    May 2007 (13)
    April 2007 (1)
    March 2007 (3)
    February 2007 (2)
    January 2007 (7)

    Pesan Chatbox
    ELKAFF.COM » History » AlKaff Yang Serba Cukup Berlabuh di Barabai

    AlKaff Yang Serba Cukup Berlabuh di Barabai History
    Pelbagai macam versi mengapa Habib Ahmad sampai mendapat gelar AlKaff. Menurut satu keterangan, ketika Ahmad melakukan perjalanan ibadah haji ke Tanah Suci, ia mendapat rintangan di jalan. Ketika melintas di sebuah daerah berbukit, Habib Ahmad dan rombongan jemaah haji mendapati jalan di depan mereka penuh dengan runtuhan (longsoran) batu-batu besar dari bukit. Rombongan tak dapat lewat. Tak ada anggota rombongan yang mampu menyingkirkan batu-batu besar itu, kecuali Habib Ahmad bin Muhammad.

    Versi kedua, gara-garanya suatu ketika Habib Ahmad berhasil menaklukkan seseorang jagoan yang mempunyai kekuatan luar biasa. Kekuatan yang luar biasa itu dalam bahasa Hadramaut disebut 'Kaf'.

    Ada lagi versi yang lain tentang lahirnya gelar AlKaff. Dalam suatu berperkara di pengadilan, hakim meminta Habib Ahmad bin Muhammad menuliskan suatu kode. Beliau kemudian menuliskan huruf Kaf, maka sejak itu masyarakat memanggilnya dengan gelar AlKaff.

    Versi berikutnya, Habibi Ahmad bin Muhammad senang berdo'a menggunakan huruf yang banyak mengandung huruf Kaf.

    Do'a tersebut menurut satu keterangan diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW kepada beliau lewat mimpi. Do'a itu berbunyi: "Allah yang mencukupi, telah kudapati kecukupan. Setiap perkara ada yang mencukupi dan telah mencukupi pujian semua itu dari Allah SWT." Dari sini lantas lahir sebutan AlKaff.

    Ahmad bin Muhammad AlKaff dilahirkan di Kota Tarim, Hadramaut, dikaruniai 2 orang anak lelaki bernama Abubakar dan Muhammad. Waliyullah Ahmad bin Muhammad AlKaff wafat di Tarim tahun 911 H (1491 M).

    Belakangan, banyak anak keturunan Ahmad bin Muhammad AlKaff yang mampir ke Nusantara. Salah satu daerah yang paling banyak disinggahi adalah Palembang. Kota yang terkenal dengan makanan Mpek-mpek ini pada zamannya merupakan kota transit yang sering disinggahi para saudagar dari Hadramaut dan negeri-negeri jauh lainnya.

    Salah satu keturunan AlKaff yang bermukim di Palembang adalah seseorang yang juga bernama Ahmad (sama seperti leluhurnya). Ahmad tetap tinggal di Palembang hingga akhir hayatnya. Anaknya yang bernama Salim dari Palembang kemudian merantau ke Tanah Banjar. Entah bagaimana ceritanya Salim kemudian menetap di Barabai. Kemungkinan besar Salim memiliki famili di Kota Apam ini. Namun, Salim kemudian 'pulang kampung' ke tanah kelahirannya di Palembang, dan wafat di sana.

    Anak Salim yang bernama Muhammad lahir di kota sejuk yang dulu terkenal dengan sebutan Bandung van Java ini. Muhammad, dikenal dengan panggilan Habib Ci, inilah yang kemudian pindah ke Kampung Sungai Mesa, Banjarmasin.

    Kampung Sungai Mesa merupakan kampung tua. Dulu di wilayah ini berdiri rumah keluarga kesultanan Banjar. Di sini pula berdiam sejumlah keluarga Sayyid (Habib) yang ada di Banjar. Antara lain dari marga Assegaf, Alaydrus, dan AlKaff.

    Selain Habib Ci (Muhammad), Salim masih memiliki seorang putra bernama Abdullah. Anak-anak keturunan Abdullah saat ini juga tinggal di Banjarmasin.

    Muhammad memiliki putra bernama Alwi yang juga kelahiran Barabai. Alwi (telah almarhum) memiliki istri yang juga bermarga AlKaff. Syarifah Fetum, berusia sekitar 70 tahun, kini tinggal bersama putranya yang bernama Ibrahim.

    Dari jalur ayah dan ibunya, Ibrahim memiliki darah AlKaff murni. Kakek Ibrahim dari jalur ibu adalah Husin bin Hamid bin Alwi AlKaff. Hamid berasal dari Palembang yakni di wilayah 10 Ilir. Hamid datang merantau dari Palembang ke Banjarmasin.

    Sehari-hari Ibrahim bersama ibunya menunggui kios kecilnya di depan rumah mereka di Sungai Mesa. Yang menarik dari karakter Ibrahim adalah ia mengatakan sesuatu apa adanya. "Ana yang haq saja," katanya.

    Mungkin karena mewarisi ke-AlKaff-an leluhurnya, Ibrahim memiliki pengetahuan yang cukup tentang persoalan tertentu seperti sejarah dan hukum. Juga ketika disinggung tentang leluhurnya yang bernama Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

    Ketika berbicara tentang Lailatul Qadar, Ibrahim menyitir ucapan Imam Ali bahwa sebaik-baiknya kedudukan adalah orang yang ikhlas. Orang yang ikhlas akan menjadi kekasih-Nya.

    original from algembira.com
     
    Dear visitor, you have to login as an unregistered user. We encourage you to signup or login the site under your name.
    #1 wrote: Jawaad (9 July 2007 12:33)
    wink mantaaap.... ni versi yg palembang yah... ic2..
    thanks atas info yg sangat berharga ini, sesama alkaff... hehehe...

    nanti kapan2 saya juga akan beritakan tentang sejarah alkaff yg dari hajrein yg datangnya bukan ke daerah palembang, tapi ke daerah pesisir cirebon dan tegal... diwaktu sekitar taun antara 1920-1940-an kebawah (jadi yah masih rada baru hijrah ke indonesianya), dibanding mungkin yg di palembang sudah cukup lebih awal dan senior... saya kurang tau pasti kapannya... tapi yg saya dengar sudah 7 generasi lebih... *wallahu a'lam bisshowab*


    --------------------
    #2 wrote: SaudAlkaff (9 July 2007 14:56)
    wink yup, ane tunggu cerita hijrah alkaff versi nt. posting di forum ini ya! ane belum pernah denger. memang generasi pertama alkaff di Indo hijrahnya ke palembang, trus menyebar paling banyak di banjarmasin, samarinda, dll. syukron
    #3 wrote: muna alkaf (27 October 2007 11:29)
    ass. wah makasih banget ya artikelnya. Kebetulan Habib ana dari palembang dan salah satu dari merek
    a menikah dengan orang banjar


    #4 wrote: ali algembira (27 December 2007 21:28)


    #5 wrote: abay alkaff (18 January 2008 21:55)
    assalamualaikum ahland wa syahlan, ana alkaff min tangerang  an tnggu brita slanjutny
    #6 wrote: naufal alkaff (31 July 2008 18:57)
    ya kheir, ane sangat nak tuk dengarkan n baca perjalanan klan alkaff mengembara dari tanah leluhurnya sampai menyebar di nusantara.
    ana anthazir akhbarakum ya sidi!
    Add a comment
    Home | Register | Add news | New on the site | Statistics This web use English and Indonesian language.
    Copyright © 2007 ELKAFF. All Rights Reserved