Berapa lama Kita dikubur?

Berapa lama Kita dikubur?

649 views
0
SHARE

Berapa lama Kita dikubur?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yuni berlari-lari gembira

di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Yuni dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak

ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan
“Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965”

“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yuni melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…

“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk

sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Yuni

berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu

sudah di dalam kubur 42 tahun … ”

Yuni memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana .

Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut
“Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910”

“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”,

jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk.

Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yuni sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”

Ayahnya tersenyum, “Lalu?”

“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun

dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun

nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yuni berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya

cemas….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yuni tampak gelisah Di atas sajadahnya,

memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang…

Kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia

dikubur…. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?

Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi?
Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah

lagi? Tahankah?

Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yuni.

Dihampirinya Yuni yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yuni terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan…

Dan apa yang akan datang di depannya…

“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”

LEAVE A REPLY

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.