Home Humor Permen Karet

Permen Karet

749 views
0
SHARE

Seorang turis asal Singapura sedang menikmati liburan di Malaysia . Dia sedang menikmati makan paginya di Coffee House hotel ditempat ia menginap.Seorang Malaysia yang sedang memakan PERMEN KARET duduk disebelahnya dan mulai mengajak berbicara secara santai.

Orang Malaysia : ” Kalian orang -orang Singapura memakan
memakan keseluruhan roti ya..?”

Turis Singapura : ” Tentu saja”

Orang Malaysia : ” Kami tidak. Di Malaysia kami hanya memakan
bagian dalamnya saja. Sedangkan bagian kulit luar
roti yang kering kami kumpulkan lalu kami
masukkan ke dalam kontainer, diolah, lalu kami
produksi menjadi dan kami jual ke Singapura.”

Si orang Malaysia lalu tersenyum puas saat melihat si turis asal Singapura terdiam tanpa bisa berbicara apa-apa.

Orang Malaysia : “Apakah kamu memakan selai dengan roti?”

Turis Singapura : ” Tentu saja”

Orang Malaysia (sambil tertawa kecil) : ” Kami tidak. Di Malaysia kami makan buah segar pada saat makan pagi. Kami kupas kulitnya, keluarkan bijinya dan kami kumpulkan di kontainer, diolah, lalu kami produksi menjadi selai. Setelah itu kami ekspor ke Singapura”

Kali ini, si turis Singapura balas bertanya : ” Apakah kalian, orang -orang Malaysia melakukan hubungan sex ?”
Orang Malaysia : ” Kenapa ? tentu saja kami melakukan hubungan sex”

Turis Singapura : ” Apakah kalian menggunakan “pengaman” ?”

Orang Malaysia : ” Tentu saja !! Kami menggunakan kondom”

Turis Singapura : ” Lalu, apa yang kalian lakukan dengan kondom yang
telah digunakan?”

Orang Malaysia : ” Kami buang, tentu saja”

Turis Singapura : ” Kami tidak.

Di Singapura, pemerintah secara diam – diam memasukkan kondom-kondom Tersebut ke dalam kontainer, kami lebur,lalu kami olah menjadi permen karet dan kami ekspor dan jual ke Malaysia . Itulah alasan yang sebenarnya kenapa kami orang Singapura dilarang makan PERMEN KARET.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.